Cuma Buka 3 Pekan, Casino Terselubung di Apartemen Robinson Beromset Ratusan Juta Rupiah

Casino terselubung di Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara, diketahui baru berjalan selama tiga hari namun pendapatan tiap hari Casino perjudian tersebut sudah menembus nilai ratusan juta rupiah.

“Sehabis kita upayakan interogasi atas pelaku Casino, disimpulkan jika Casino terselubung ini ternyata cuma buka tiga hari saja”, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono waktu diwawancara di Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa kemarin.

penjudi yang berkunjung di Casino mencapai puluhan sampai ratusan. Omset yang dikeruk juga sungguh wow.

“Selama tiga hari ini Casino buka, lalu kami laksanakan penyergapan, juga interogasi, info dari pengakuan pemilik dan penjudi ini menyebutkan bisa mendapatkan penghasilan 700 juta rupiah tiap hari”, tegas Argo.

Polisi menahan beberapa barang untuk dijadikan sebagai bukti dari tempat itu. Selain alat untuk berjudi, polisi menahan duit tunai di tempat tersebut.

“Barang bukti ada meja taruhan, ada uang kami tahan 200 juta rupiah kira kira, lalu dadu, lalu kelereng, juga bola untuk roulette, sampai kartu gaple, dan kartu remi”, terang Argo.

Praktik judi tersebut diselenggarakan di level 29 dan 30 Apartemen Robinson. Hanya di level 30, selain dibikin arena judi, juga dibikin sebagai ruangan tersangka.

“Kantornya pun berbeda besarnya, jika di level 29 satu ruangan digunakan sebagai Casino, jika di level 30 ini sebagian jadi Casino, lalu sisanya ada beberapa kamar sebagai Toilet, ada ruang nginap pegawai, dan ruang pengawas,” tutur Argo.

Ada pula bentuk permainan yang diselenggarakan yaitu Russian Roulette, Pai Kiu, Baccarat, Poker8 hingga Tashio. Pada tempat tersebut juga ada beberapa meja sarana permainan hingga alat untuk bermain.

Pihak berwajib sukses menahan 133 warga yang lagi hadir di Casino waktu dilancarkan penyisiran. Dari 133 warga itu, 91 di antaranya dianggap sebagai pemain. Dari 91 orang pelaku, 1 diantaranya meninggal setelah ingin kabur melalui jendela. Akibat penyisiran ini, satu pelaku berinisial AS dipastikan meninggal karena lompat dari level 29 Apartemen Robinson. Diduga AS tersebut kaget dan langsung kabur lewat jendela, naasnya AS tak ingat jika ia tengah ada di gedung level 29.